Jl. Raya KH. Abd. Syakur No. 183 Nglingi Desa Bareng Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro - Jawa Timur

Monday, August 25, 2025

Semangat Kemerdekaan: MA Asy-Syakur Ikuti Lomba Gerak Jalan HUT RI ke-80



Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Madrasah Aliyah (MA) Asy-Syakur turut berpartisipasi dalam kegiatan Lomba Gerak Jalan Tingkat Kecamatan Ngasem yang diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus 2025. Kegiatan tahunan yang selalu dinanti ini menjadi ajang bagi para pelajar untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, kedisiplinan, serta kekompakan antar peserta.

Sejak pagi hari, lapangan utama kecamatan telah dipenuhi oleh para peserta dari berbagai sekolah dan instansi. Suasana begitu meriah dengan hiasan bendera merah putih yang berkibar di sepanjang jalan. Para siswa MA Asy-Syakur tampil penuh semangat dengan seragam unik bernuansa merah putih dan topi khas yang menambah kesan gagah serta kompak. Tidak hanya menonjolkan kerapian barisan, peserta juga menampilkan yel-yel semangat perjuangan yang menggema di sepanjang rute gerak jalan.


Partisipasi MA Asy-Syakur dalam lomba ini bukan sekadar untuk meramaikan peringatan HUT RI, namun juga sebagai bentuk nyata implementasi nilai-nilai karakter yang selama ini ditanamkan di madrasah, seperti kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air. Dengan latihan rutin yang telah dilakukan beberapa minggu sebelumnya, para siswa mampu menunjukkan performa yang solid, kompak, dan penuh semangat juang.

Kepala MA Asy-Syakur, dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangga kepada seluruh peserta yang telah berlatih dengan tekun dan menunjukkan semangat luar biasa di lapangan. Beliau menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa agar memiliki jiwa nasionalis dan semangat gotong royong yang tinggi.


Kegiatan gerak jalan tahun ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan seluruh warga madrasah. Selain menjadi ajang menyalurkan semangat kemerdekaan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang tangguh dan berdaulat. Dengan semangat “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”, MA Asy-Syakur berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif yang membangun generasi muda berakhlak mulia, disiplin, dan cinta tanah air.

Share:

Sunday, August 17, 2025

Langkah Tegap di Usia 80 : Upacara Kemerdekaan yang Menggugah Semangat


Pada tanggal 17 Agustus 2025, masyarakat Desa Bareng bersama dengan lembaga-lembaga pendidikan setempat, seperti SD, MI, SMP, MTs, SMK, dan MA Asy-Syakur, menggelar upacara peringatan HUT Republik Indonesia ke-80 di lapangan desa. Upacara yang penuh khidmat ini menjadi momen penting untuk merayakan kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah diperoleh melalui perjuangan para pahlawan.

Sejak pagi hari, lapangan desa Bareng sudah dipenuhi oleh para peserta upacara yang terdiri dari siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan, serta warga desa yang ikut serta dalam memperingati hari bersejarah ini. Suasana yang semarak semakin terlihat dengan barisan peserta yang tertata rapi, mengenakan pakaian seragam dengan penuh semangat. Lapangan yang dihiasi dengan bendera merah putih dan atribut kemerdekaan menambah semarak perayaan tersebut, memberikan kesan bahwa upacara ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga sebagai simbol penghargaan terhadap jasa para pahlawan.

Upacara dimulai tepat pada pukul 7 pagi, dengan seluruh peserta upacara yang sudah berkumpul di tempat yang telah ditentukan. Komandan upacara dengan tegas memimpin jalannya upacara, sementara petugas upacara lainnya juga dengan sigap melaksanakan tugas mereka. Mereka melaksanakan tugas dengan penuh pengabdian dan semangat kebangsaan yang tinggi, memperlihatkan rasa hormat dan kecintaan yang mendalam terhadap tanah air.


Salah satu momen yang paling dinantikan adalah prosesi pengibaran bendera. Petugas pengibar bendera pada upacara kali ini adalah siswa-siswi MA Asy-Syakur. Mereka telah menjalani latihan yang cukup intensif agar bisa melaksanakan tugas mulia ini dengan penuh kebanggaan. Saat bendera merah putih dinaikkan, seluruh peserta upacara menyaksikan dengan penuh perhatian dan rasa hormat. Gerakan yang terkoordinasi dengan sangat baik dari para pengibar bendera mencerminkan keseriusan dan dedikasi mereka dalam menjalankan tugas tersebut. Pengibaran bendera yang dilakukan oleh para siswa MA Asy-Syakur ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga menjadi simbol perjuangan generasi muda dalam menjaga kemerdekaan Indonesia.

Begitu bendera merah putih berkibar, lagu kebangsaan “Indonesia Raya” pun dikumandangkan dengan penuh semangat. Semua peserta upacara, baik siswa, guru, maupun warga desa, ikut menyanyikan lagu kebangsaan dengan lantang dan penuh rasa cinta tanah air. Iringan musik yang megah dan lirik lagu yang penuh makna seolah-olah membangkitkan semangat perjuangan yang telah ditanamkan oleh para pahlawan bangsa.

Setelah pengibaran bendera, dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi . Pembacaan ini dilakukan dengan penuh penghayatan, mengingatkan seluruh peserta akan pentingnya menjaga kemerdekaan yang telah diraih dengan darah dan air mata para pahlawan. Setiap kata dalam teks Proklamasi mengandung makna yang mendalam bagi setiap warga negara Indonesia, menjadi pengingat untuk selalu menjaga dan memperjuangkan nilai-nilai kemerdekaan.

Puncak dari upacara ini adalah amanat dari kepala desa Bareng yang bertindak sebagai pembina upacara. Dalam pidatonya, beliau mengajak seluruh warga desa dan peserta upacara untuk bersyukur atas kemerdekaan yang telah diperoleh dan mengingatkan bahwa kemerdekaan ini adalah hasil dari perjuangan tanpa kenal lelah. Beliau juga menekankan pentingnya semangat gotong royong, persatuan, dan kesatuan dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Tak lupa, beliau mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai kunci utama untuk memajukan bangsa.

Sebagai penutup, upacara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang tokoh agama setempat. Doa tersebut dipanjatkan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan, serta agar semangat kemerdekaan tetap hidup dalam hati setiap warga negara. Setelah itu, seluruh peserta upacara dengan tertib meninggalkan lapangan desa, namun semangat dan kebanggaan terhadap kemerdekaan tetap membara dalam setiap langkah mereka.

Upacara peringatan HUT RI ke-80 di desa Bareng ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga merupakan wadah untuk mempererat tali persaudaraan antara berbagai lembaga pendidikan dan masyarakat desa. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam upacara ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan yang telah dipupuk oleh para pahlawan tetap ada dalam jiwa setiap warga negara Indonesia, terutama generasi muda. Pengibaran bendera oleh siswa MA Asy-Syakur menjadi simbol bahwa generasi penerus bangsa siap menjaga dan mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang bermanfaat bagi negara tercinta.

Share:

Thursday, August 14, 2025

Semangat Pramuka di MA Asy-Syakur: Berbakti Tanpa Henti, Mewujudkan Generasi Tangguh dan Mandiri


Rabu pagi, 14 Agustus 2025, udara di lingkungan MA Asy-Syakur terasa berbeda. Sejak pukul enam pagi, halaman madrasah sudah dipenuhi siswa-siswi yang mengenakan seragam Pramuka lengkap. Wajah-wajah cerah penuh semangat terlihat di antara barisan rapi yang mulai terbentuk. Hari itu, seluruh warga madrasah bersiap untuk memperingati Hari Pramuka ke-64 dengan pelaksanaan upacara yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Suara peluit pembina menggema menandakan upacara segera dimulai. Satu per satu barisan menempati posisi masing-masing, membentuk formasi rapi di lapangan utama. Di bawah langit biru yang cerah, bendera merah putih berkibar gagah di tengah lapangan, diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan penuh semangat oleh seluruh peserta. Suasana terasa haru sekaligus membanggakan, menggambarkan semangat nasionalisme yang selalu dijunjung tinggi oleh keluarga besar MA Asy-Syakur.

Setelah pengibaran bendera, upacara dilanjutkan dengan pembacaan Dasa Dharma, Dwi Satya dan Dwi Dharma Pramuka yang diucapkan serentak oleh seluruh peserta. Suara lantang para anggota Pramuka bergema di udara, menandakan tekad kuat mereka untuk terus mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari: disiplin, tanggung jawab, dan semangat pengabdian tanpa pamrih.


Bertindak sebagai pembina upacara pada peringatan kali ini adalah Kepala Madrasah, Bapak H. M. Muaris Maulana, S.Ag. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pentingnya semangat kepramukaan di era modern.

“Pramuka bukan hanya sekadar kegiatan baris-berbaris atau berkemah. Lebih dari itu, Pramuka adalah wadah untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, mandiri, dan siap mengabdi untuk masyarakat. Tema tahun ini, Berbakti Tanpa Henti, Mewujudkan Generasi Tangguh dan Mandiri, harus kita wujudkan dalam tindakan nyata setiap hari,” ujarnya dengan suara mantap dan berwibawa.

Para peserta upacara menyimak dengan penuh perhatian. Beberapa guru terlihat tersenyum bangga melihat kedisiplinan para siswa yang berdiri tegak di bawah sinar matahari pagi. Sementara itu, tim paduan suara Pramuka dari kelas XI tampil kompak membawakan lagu Hymne Pramuka dan Mars Pramuka. Suara mereka menggema indah di seluruh lapangan, menambah khidmat suasana peringatan hari bersejarah itu.

Setelah amanat pembina, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama. Dalam suasana tenang dan penuh harap, seluruh peserta menundukkan kepala memanjatkan doa agar seluruh anggota Pramuka Indonesia senantiasa diberikan kekuatan, semangat, dan ketulusan dalam berbakti kepada bangsa dan negara.

Upacara ditutup dengan laporan pemimpin upacara dan penghormatan terakhir kepada pembina. Sorak tepuk Pramuka pun menggema sebagai penutup yang penuh semangat: “Pramuka! Satu Pramuka! Indonesia Jaya!”

Setelah upacara selesai, para siswa saling bertegur sapa sambil tertawa bahagia. Meskipun keringat membasahi seragam mereka, tidak ada rasa lelah yang terlihat. Justru rasa bangga dan haru memenuhi hati mereka karena telah menjadi bagian dari momen penting ini. Upacara Hari Pramuka di MA Asy-Syakur tahun ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kepramukaan masih hidup dan terus tumbuh di hati generasi muda madrasah, sebuah semangat untuk berbakti tanpa henti demi masa depan yang lebih baik.

Share: