Madrasah Aliyah (MA) Asy-Syakur merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang dan berperan penting dalam dunia pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. Berlokasi di Dusun Nglingi, Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, madrasah ini lahir dari cita-cita luhur seorang ulama kharismatik, KH. Abd. Syakur, yang memiliki tekad kuat untuk menghadirkan pendidikan Islam yang mampu melahirkan generasi cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya guna bagi masyarakat.
Bermula pada tahun 1983, KH. Abd. Syakur mendirikan madrasah yang kala itu diberi nama MA Mafatihul Huda. Saat awal berdiri, sarana dan prasarana masih sangat sederhana. Proses pembelajaran dilakukan dengan keterbatasan fasilitas, namun semangat para guru dan siswa tidak pernah surut. Dukungan masyarakat sekitar menjadi kekuatan besar yang membuat madrasah ini tetap berdiri kokoh dan terus berkembang. Semangat keikhlasan dan pengabdian menjadi ruh perjuangan seluruh pendidik di dalamnya.
Seiring dengan berjalannya waktu dan kebutuhan untuk memperkuat legalitas lembaga, pada tahun 2000 nama MA Mafatihul Huda resmi berubah menjadi MA Asy-Syakur. Perubahan ini berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Timur Nomor Wm.06.04/PP.00.3/2378/2000. Nama “Asy-Syakur” sendiri diambil dari salah satu asmaul husna, yang berarti “Yang Maha Mensyukuri,” melambangkan harapan agar seluruh warga madrasah senantiasa menanamkan nilai-nilai keikhlasan, kesyukuran, dan ketulusan dalam menuntut serta mengajarkan ilmu, serta untuk menghormati pendiri dari MA Asy-Syakur yaitu KH. Abd. Syakur.
Sejak berganti nama, MA Asy-Syakur terus menorehkan berbagai kemajuan, baik dalam bidang akademik, keagamaan, maupun kegiatan ekstrakurikuler. Madrasah ini menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang diperhitungkan di wilayah Bojonegoro. Berbagai prestasi tingkat kecamatan hingga kabupaten berhasil diraih oleh para siswanya. Selain itu, para alumninya kini telah banyak yang sukses berkarier di berbagai bidang, seperti pendidik, pengusaha, pegawai negeri, tokoh agama, tenaga kesehatan, hingga wirausahawan muda yang membawa nama baik madrasah dan menjadi kebanggaan masyarakat.
Kini, setelah lebih dari empat dekade berdiri, MA Asy-Syakur Bareng Ngasem Bojonegoro terus berkomitmen mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Dengan semangat pendirinya, KH. Abd. Syakur, madrasah ini berupaya menggabungkan nilai-nilai tradisi keislaman yang kuat dengan pendekatan pendidikan modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Harapannya, MA Asy-Syakur akan terus menjadi pelita ilmu dan cahaya amal bagi masyarakat sekitar dan generasi penerus bangsa.
Kutipan Pendirian:
“Ilmu tanpa akhlak adalah kesia-siaan, dan akhlak tanpa ilmu adalah kebutaan.”

.jpg)


0 comments:
Post a Comment