Jl. Raya KH. Abd. Syakur No. 183 Nglingi Desa Bareng Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro - Jawa Timur

Wednesday, October 22, 2025

Makna Hari Santri 2025 : Refleksi Semangat Perjuangan di MA Asy-Syakur



Bojonegoro, 22 Oktober 2025 — Dalam suasana penuh khidmat dan semangat kebangsaan, Madrasah Aliyah (MA) Asy-Syakur Nglingi menyelenggarakan Upacara Hari Santri Nasional di halaman Yayasan Asy-Syakur. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri, dewan guru, serta masyarakat sekitar dengan mengenakan pakaian khas santri—sarung, baju putih, dan peci hitam—yang menambah nuansa religius dan nasionalis di lingkungan madrasah.


KH. Musdar, M.Pd.: Menyulut Semangat Nasionalisme Santri

Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak KH. Musdar, M.Pd.I., selaku Ketua Yayasan Asy-Syakur Nglingi, memberikan sambutan yang menggugah jiwa seluruh peserta upacara. Dalam pidatonya, beliau mengajak para santri untuk meneladani perjuangan para ulama dan santri terdahulu yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Beliau menceritakan kembali sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada masa penjajahan, mulai dari penderitaan rakyat akibat kolonialisme hingga perjuangan panjang menuju kemerdekaan. KH. Musdar menekankan bahwa peran santri sangat besar dalam sejarah bangsa, terutama melalui Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh para ulama di bawah pimpinan KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

“Resolusi Jihad menjadi bukti nyata bahwa semangat keagamaan dan cinta tanah air tidak bisa dipisahkan. Santri berjuang bukan hanya dengan doa dan ilmu, tetapi juga dengan pengorbanan demi tegaknya kemerdekaan Indonesia,” tegas KH. Musdar dalam sambutannya.

Meneladani Nilai Juang Santri di Era Modern

Melalui upacara ini, KH. Musdar mengajak seluruh santri untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan para pahlawan dan ulama, dengan cara berkontribusi positif di era modern. Beliau berpesan agar santri Asy-Syakur tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Santri zaman kini harus mampu menjadi pelopor dalam kebaikan, unggul dalam prestasi, dan tetap berakhlak mulia. Semangat jihad di masa kini bukan lagi mengangkat senjata, tetapi berjuang melalui ilmu dan amal sholeh,” tambah beliau.

Makna Hari Santri Bagi Generasi Muda

Upacara Hari Santri di MA Asy-Syakur juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai santri Indonesia. Para peserta dengan khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Hari Santri, disertai pengibaran bendera Merah Putih yang penuh semangat.

Selain upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar santri, penampilan pidato kebangsaan oleh siswa, serta doa bersama untuk para pahlawan bangsa. Momen ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum usai, dan tugas santri masa kini adalah menjaga keutuhan NKRI melalui ilmu, iman, dan akhlak.


MA Asy-Syakur: Mencetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

Sebagai lembaga pendidikan Islam yang berdiri di bawah naungan Yayasan Asy-Syakur Nglingi, MA Asy-Syakur berkomitmen untuk mendidik generasi muda berkarakter santri yang mencintai agama dan tanah air. Melalui kegiatan seperti upacara Hari Santri, nilai-nilai nasionalisme dan spiritualitas terus ditanamkan agar santri siap menjadi penerus perjuangan bangsa.

 

Hari Santri Nasional 2025 di MA Asy-Syakur Nglingi bukan sekadar upacara seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan peran santri dalam membangun Indonesia yang beriman, berilmu, dan berkarakter.

“Dari pesantren untuk Indonesia, dari santri untuk negeri,” — semangat ini terus berkobar di hati seluruh civitas akademika Yayasan Asy-Syakur Nglingi.

Share:

0 comments:

Post a Comment