Setiap hari Senin pagi, MA Asy-Syakur memiliki tradisi yang tak pernah terlewatkan, yaitu pelaksanaan upacara bendera. Kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan menjadi momen penting untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan tanggung jawab kepada seluruh siswa. Pada hari Senin ini, suasana lapangan upacara terasa lebih khidmat dan istimewa. Pasalnya, pembina upacara kali ini adalah salah satu guru muda yang semangat dan energik, yaitu Ibu Lutfiah Rohmatin, S.Pd.
Sejak pukul 06.45 WIB, para siswa sudah mulai berdatangan dan berkumpul di lapangan upacara. Petugas upacara, yang terdiri dari siswa-siswi kelas XI, tampak sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kelancaran kegiatan. Petugas pengibar bendera, pemimpin upacara, pembaca UUD 1945, teks Pancasila, serta pembawa doa semuanya terlihat mengenakan seragam rapi dan penuh semangat. Mereka telah berlatih selama beberapa hari sebelumnya agar tampil maksimal saat pelaksanaan upacara.
Suasana pagi itu cerah. Matahari mulai menampakkan sinarnya perlahan, dan udara segar masih terasa. Barisan siswa dari kelas X hingga XII membentuk formasi rapi, berdiri tegak, dan menunjukkan sikap siap mengikuti rangkaian upacara. Para guru dan staf MA Asy-Syakur pun tampak hadir, berdiri di sisi lapangan sebagai bentuk dukungan moral kepada para siswa.
Tepat pukul 07.00 WIB, pemimpin upacara memasuki lapangan. Komando yang tegas dan suara lantang dari pemimpin upacara menandai dimulainya kegiatan. Upacara diawali dengan laporan kepada pembina upacara bahwa barisan telah siap. Tak lama kemudian, Ibu Lutfiah Rohmatin, S.Pd., selaku pembina upacara, memasuki lapangan dengan langkah mantap, didampingi oleh pemimpin upacara.
Setelah penghormatan kepada pembina upacara, lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama-sama dengan penuh semangat. Suara siswa menggema memenuhi lapangan, menciptakan suasana yang khidmat dan membangkitkan semangat nasionalisme. Pengibaran bendera merah putih pun berlangsung dengan lancar dan penuh kehormatan. Para petugas pengibar menjalankan tugasnya dengan serius dan disiplin, mencerminkan hasil latihan yang tidak sia-sia.
Selanjutnya, pembacaan teks Pancasila dilakukan dengan dipandu oleh pembina upacara. Siswa mengikuti dengan lantang dan serentak, menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur bangsa masih tertanam kuat dalam diri mereka. Disusul pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Janji Siswa yang dibawakan dengan penuh keyakinan dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai pelajar.
Bagian paling dinanti dari setiap upacara bendera adalah amanat dari pembina upacara. Pada kesempatan ini, Ibu Lutfiah Rohmatin, S.Pd., memberikan amanat yang inspiratif dan penuh makna. Dengan suara tenang namun tegas, beliau membuka amanatnya dengan ucapan syukur dan apresiasi atas pelaksanaan upacara yang berlangsung dengan tertib dan lancar.
Beliau menyampaikan pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi para siswa sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, upacara bendera adalah simbol dari sikap tertib, hormat kepada negara, serta tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan.
“Upacara ini bukan hanya tentang berdiri di bawah terik matahari, bukan sekadar rutinitas setiap Senin pagi. Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada jasa para pahlawan, serta latihan untuk menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Ibu Lutfiah mengingatkan siswa akan pentingnya semangat belajar. Dalam menghadapi tantangan zaman, siswa harus mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Beliau juga menekankan bahwa belajar bukan hanya untuk mendapatkan nilai, tetapi untuk mempersiapkan masa depan yang cerah.
“Belajarlah bukan karena ingin mendapat ranking, tapi karena ingin menjadi pribadi yang bermanfaat. Ilmu yang kalian pelajari hari ini, suatu saat akan menjadi bekal untuk menapaki masa depan,” pesannya.
Selain itu, beliau juga menyampaikan pesan moral terkait pergaulan dan etika siswa. Di era digital saat ini, siswa dituntut untuk bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial. Beliau mengajak seluruh siswa untuk tetap menjaga akhlak, menghormati guru, orang tua, dan sesama teman.
“Ingatlah, kecerdasan tanpa akhlak adalah kehancuran. Jadilah generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga santun dan berkarakter,” tuturnya, yang disambut anggukan kepala dan perhatian penuh dari seluruh peserta upacara.
Setelah amanat selesai, upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh petugas. Doa dipanjatkan dengan harapan agar seluruh warga sekolah senantiasa diberi kesehatan, kemudahan dalam menuntut ilmu, dan keberkahan dalam setiap aktivitas.
Upacara kemudian ditutup dengan penghormatan terakhir kepada pembina upacara, dilanjutkan dengan laporan pemimpin upacara bahwa kegiatan telah selesai. Siswa dibubarkan secara tertib dan kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Seluruh rangkaian kegiatan upacara hari itu berjalan dengan baik dan lancar. Banyak siswa yang mengaku mendapatkan motivasi baru setelah mendengarkan amanat dari Ibu Lutfiah Rohmatin. Beberapa guru pun menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan kesungguhan siswa selama pelaksanaan upacara.
Makna di Balik Upacara
Kegiatan upacara bendera hari Senin di MA Asy-Syakur tidak hanya menjadi kewajiban formal semata. Lebih dari itu, ini adalah ruang pembentukan karakter yang sangat efektif. Di sinilah nilai-nilai nasionalisme, disiplin, dan tanggung jawab ditanamkan secara langsung kepada siswa.
Kehadiran sosok pembina upacara seperti Ibu Lutfiah Rohmatin, S.Pd., menjadi teladan nyata bagi para siswa. Dengan ketenangan dan wibawa yang dimiliki, beliau berhasil menyampaikan pesan-pesan penting yang menyentuh hati dan membangkitkan semangat belajar. Beliau tidak hanya menjadi pendidik di dalam kelas, tetapi juga pembimbing karakter di luar kelas.
Upacara hari itu menjadi bukti bahwa kegiatan sederhana dapat membawa dampak besar jika dilaksanakan dengan kesungguhan. MA Asy-Syakur patut berbangga karena memiliki tradisi positif yang terus dijaga dan dijalankan dengan penuh semangat oleh seluruh warga sekolah.

.jpg)




0 comments:
Post a Comment