Jl. Raya KH. Abd. Syakur No. 183 Nglingi Desa Bareng Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro - Jawa Timur

Wednesday, December 25, 2024

Outing Class ke Yogyakarta: Belajar di Luar Kelas, Menjelajah Sejarah dan Budaya


Sebagai bagian dari program pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, MA Asy-Syakur melaksanakan kegiatan Outing Class ke Yogyakarta pada tanggal 23-24 Desember 2024. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas XII serta didampingi oleh para guru pendamping dan tim manajemen madrasah.

Outing class merupakan bentuk pembelajaran di luar kelas yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memahami berbagai aspek ilmu pengetahuan, sejarah, budaya, serta nilai-nilai kehidupan yang tidak selalu bisa didapatkan melalui pembelajaran di dalam kelas.

Kota Yogyakarta dipilih sebagai tujuan karena kekayaan nilai sejarah, budaya, serta pusat pendidikan yang melekat kuat dalam identitasnya sebagai “Kota Pelajar.” Dalam kegiatan ini, para siswa mengunjungi beberapa destinasi edukatif, di antaranya:

  • Candi Prambanan – sebagai warisan budaya dunia yang mengajarkan tentang sejarah dan arsitektur Hindu di Indonesia.
  • Keraton Yogyakarta – tempat yang memperkenalkan sistem pemerintahan tradisional serta kekayaan budaya Jawa.
  • Museum Ullen Sentalu – yang membuka wawasan siswa tentang sejarah dan kehidupan keluarga bangsawan Jawa.
  • Malioboro dan Pasar Beringharjo – tempat siswa belajar interaksi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Yogyakarta secara langsung.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berbeda, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarsiswa dan guru. Siswa juga diajak untuk belajar mandiri, tanggung jawab, dan menghargai lingkungan sekitar.

Kepala MA Asy-Syakur menyampaikan bahwa kegiatan outing class ini merupakan bagian dari upaya membentuk karakter siswa yang lebih luas wawasannya, toleran terhadap perbedaan budaya, serta lebih mencintai sejarah dan tanah air.

"Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kaya pengalaman, memahami sejarah bangsanya, dan siap menjadi bagian dari masyarakat global tanpa kehilangan jati diri," ujar beliau.

Dengan penuh semangat dan antusiasme, siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan ceria. Diharapkan, outing class ini dapat menjadi pengalaman berharga yang memperkaya proses belajar siswa secara menyeluruh.

Share:

Friday, December 20, 2024

Perkemahan Akhir Tahun : Membangun Kemandirian dan Jiwa Wirausaha melalui Kegiatan P5

Dalam rangka menutup semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025, MA Asy-Syakur sukses menyelenggarakan Perkemahan Akhir Tahun (PERAHU) pada tanggal 18–19 Desember 2024. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X, XI, dan XII, serta didampingi oleh para pembina, dewan guru, dan tim kesiswaan. Uniknya, perkemahan kali ini dirangkaikan dengan pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan mengangkat tema “Kewirausahaan.” 

Kegiatan perkemahan dilaksanakan di lingkungan madrasah yang telah disulap menjadi area perkemahan yang edukatif dan menyenangkan. Selama dua hari, para siswa mengikuti berbagai aktivitas yang menumbuhkan nilai-nilai kedisiplinan, gotong royong, kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat berwirausaha.

Menggabungkan Nilai Kepramukaan dan Kewirausahaan

Perkemahan ini bukan sekadar kegiatan rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi sarana penguatan karakter dan implementasi nyata dari kurikulum merdeka melalui P5. Dengan mengusung tema kewirausahaan, para siswa diajak untuk menggali potensi diri, berani mencoba, dan menciptakan peluang usaha sederhana.

Beragam kegiatan kewirausahaan pun digelar, seperti:

  • Bazar Wirausaha Siswa, di mana setiap kelompok mendirikan stand yang menjual produk makanan, minuman, kerajinan tangan, hingga jasa hiburan sederhana.
  • Workshop Kewirausahaan yang menghadirkan narasumber dari pelaku UMKM lokal untuk berbagi pengalaman dan motivasi.
  • Simulasi bisnis dan pemasaran, yang melatih siswa berpikir kreatif, mengambil keputusan, serta memahami pentingnya promosi dan pelayanan dalam berwirausaha.


Belajar Langsung dari Pengalaman

Kepala MA Asy-Syakur dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang sangat penting dalam membentuk profil pelajar Pancasila.

"Melalui perkemahan dan P5 bertema kewirausahaan, siswa tidak hanya belajar teori, tapi langsung merasakan prosesnya. Mereka belajar mengatur keuangan, bekerja dalam tim, menghadapi tantangan, dan berpikir kreatif. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter dan kemandirian yang kami tanamkan di madrasah ini," jelas beliau.

Selain kegiatan kewirausahaan, perkemahan juga diisi dengan kegiatan kepramukaan seperti api unggun, pentas seni, outbond, lomba baris-berbaris, dan games edukatif yang menyemarakkan suasana dan mempererat kekompakan antarpeserta.

Menjadi Siswa yang Mandiri, Kreatif, dan Siap Hadapi Masa Depan

Kegiatan ini memberikan kesan mendalam bagi para siswa. Mereka tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga belajar banyak hal secara langsung. Antusiasme siswa terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap sesi kegiatan, baik siang maupun malam hari.

Melalui sinergi antara perkemahan akhir tahun dan P5 tema kewirausahaan, MA Asy-Syakur terus berkomitmen mencetak generasi yang mandiri, kreatif, berdaya saing, serta memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila.

Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menghadapi tantangan masa depan, baik di dunia pendidikan, sosial, maupun dunia usaha.

Share:

Tuesday, November 26, 2024

Demokrasi di Madrasah: MA Asy-Syakur Gelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Masa Bakti 2024/2025


Pada hari ini Selasa, 26 November 2024, MA Asy-Syakur melaksanakan kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Masa Bakti 2024/2025. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan madrasah dalam rangka regenerasi kepengurusan OSIS serta sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi seluruh siswa.

Mengusung konsep Pemilu Mini, seluruh proses pemilihan dibuat menyerupai sistem pemilihan umum yang sesungguhnya, mulai dari tahap penjaringan calon, kampanye, debat kandidat, hingga hari pencoblosan. Hal ini dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, tanggung jawab, dan partisipasi aktif dalam kehidupan berorganisasi sejak dini.

Proses Demokratis dan Edukatif

Sebelum hari pemilihan, para kandidat telah mengikuti rangkaian seleksi administrasi dan wawancara oleh tim panitia dan pembina OSIS. Setelah lolos seleksi, pasangan calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, serta program unggulan melalui kegiatan kampanye dan debat terbuka yang diadakan di lapangan madrasah.

Antusiasme siswa sangat tinggi. Mereka mengikuti proses pemilihan dengan tertib, mulai dari mengambil surat suara, mencoblos di bilik suara, hingga memasukkan suara ke kotak yang disediakan. Panitia yang terdiri dari pengurus OSIS sebelumnya juga telah menyiapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT), tata tertib pemilu, dan penghitungan suara secara terbuka.


Belajar Memilih dan Dipilih

Kepala MA Asy-Syakur dalam sambutannya mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa proses pemilihan OSIS bukan sekadar formalitas, melainkan sarana penting untuk menumbuhkan budaya demokrasi yang sehat, sportif, dan bertanggung jawab.

"Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar bahwa menjadi pemimpin bukan sekadar terpilih, tetapi harus siap membawa perubahan, melayani teman-temannya, dan menjadi teladan. Sedangkan menjadi pemilih juga berarti harus cerdas dalam menentukan pilihan berdasarkan gagasan dan integritas calon, bukan sekadar popularitas," ungkap beliau.

Hasil Pemilihan dan Harapan ke Depan

Setelah proses penghitungan suara selesai, terpilihlah pasangan Abyzatya Agustian N.  dan Rifa Atsna’u Dhoni sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS MA Asy-Syakur masa bakti 2024/2025 dengan perolehan suara terbanyak. Keduanya berhasil mengungguli pasangan lainnya dengan visi misi yang dinilai inspiratif dan realistis.

Dengan terpilihnya pengurus baru, diharapkan OSIS MA Asy-Syakur akan semakin aktif, kreatif, dan menjadi motor penggerak kegiatan siswa yang positif, edukatif, serta sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan karakter pelajar Pancasila.

Share: